KBR68H, Jakarta - Partai Demokrat sepertinya sedang diselimuti awan kelabu. Sejumlah kadernya telah dicopot dari kepengurusan partai lantaran terlibat kasus korupsi.
Terakhir, anggota DPR Anggelina Sondakh dicopot dari jabatan Wakil Sekjen Partai Demokrat itu. Putri Indonesia 2001 itu jadi tersangka dalam kasus suap Wisma Atlet Sea Games. Hal ini berimbas pada tingkat keterpilihan Demokrat yang merosot menurut survei terakhir. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pun memerintahkan bersih-bersih di tubuh partai itu.
Bersih-bersih Partai Demokrat dimulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Partai Demokrat meminta KPK segera mengusut tuntas kasus korupsi yang membelit bekas kadernya, Muhammad Nazaruddin. Menurut Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan kasus Nazaruddin yang belum tuntas dapat membuka spekulasi politik, sehingga membuat citra PD menjadi bulan-bulanan. " Kasus korupsi yang membelit kader PD itu kan individual, bukan bagian dari partai. Ini, KPK yang perlu segera menuntaskan kasus seperti Nazaruddin. Dibuka secara transparan kepada publik," kata dia.
Belum lama ini, hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia (LSI), menunjukkan citra Partai Demokrat terus melorot. Faktor utama kemelorotan citra Partai Demokrat disebabkan kasus korupsi wisma atlet yang menjerat bekas Bendahara Umum partai berlambang mercy ini, M Nazaruddin. "Selain M Nazaruddin, hasil survei menunjukkan masyarakat meyakini kader PD yang belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus wisma atlet juga ikut terlibat. Mereka yang diduga terlibat di antaranya, Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum," ungkap peneliti LSI, Sunarto Ciptoharjono.
Selain itu, untuk tetap menjaga nama besar Partai Demokrat, Sunarto menyarankan agar Partai Demokrat untuk membuat gebrakan baru. Menurut dia, gebrakan baru itu adalah secara terang-terangan dan berani mencopot kadernya yang terbelit kasus korupsi tanpa ragu. "Peningkatan kinerja juga perlu ditunjukkan Partai Demokrat kepada masyarakat, sebagai persiapan pemilu 2014," kata dia.
PD memberikan apresiasi atas masukkan yang diberikan lembaga survei seperti LSI. Kata Ramadhan Pohan, ini akan menjadi penguatan bagi badan kehormatan dan komisi pengawas Partai Demokrat. Ke depannya, pengawasan terhadap kader PD akan lebih ketat lagi. "Nantinya, PD akan menjawab survei-survei dengan kerja. Pendisiplinan kader untuk menolak korupsi, dari pusat hingga ke tingkat daerah," ujarnya.


