KBR68H - Pertumbuhan ekonomi di Indonesia setiap tahun menunjukkan tanda-tanda kemajuan. Di tengah- tengah krisis Eropa yang sedang melanda negara-negara adikuasa, perekonomian Indonesia justru cenderung stabil. Hal ini, terlihat dari tingkat inflasi akhir tahun lalu yang mencapai angka 6 persen. Melihat hal ini, para pakar ekonomi menilai sangatlah baik untuk memanfaatkannya menjadi peluang berbisnis.
Nah, di zaman yang serba mahal ini kita tak cukup bila mengandalkan gaji bulanan saja. Tak heran, belakangan ini banyak orang Indonesia mulai berkecimpung dalam dunia wirausaha. Dimulai dari usaha kecil menengah, koperasi, hingga bisnis besar-besaran mulai dijalani oleh sebagian besar kalangan. Apalagi sejak Tahun lalu pemerintah telah mencanangkan “Gerakan Wirausaha Nasional”.
Menurut Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Agus Muharam pertumbuhan jumlah Usaha Kecil Menengah setiap tahun mengalami peningkatan. Pada 2010 lalu, jumlah UKM di Indonesia baru sekitar 53 juta unit, tapi sekarang bertambah hingga 55, 3 juta unit UKM. Sedangkan, untuk Koperasi dari sebelumnya (2010) terdapat 177 ribu unit, sekarang menjadi 188 ribu unit.
“Kalau, tahun 2012 pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 6,7 persen maka UKM kita akan semakin membaik.” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah juga menargetkan pada 2014 mendatang jumlah wirausaha di Indonesia bisa mencapai diatas 2 persen dari total penduduk Indonesia. Sebab, jika sebagian penduduk Indonesia dapat mulai berbisnis secara mandiri, itu artinya membantu pemerintah mengatasi pengangguran lantaran terciptanya lapangan kerja baru.
Seorang motivator bisnis dari Komunitas Tangan Diatas, Dewanto justru menilai sisi peluang usaha di Indonesia tahun ini berpotensi besar. “saya optimis, pasti target pemerintah tahun 2014 itu bisa tercapai.” ujarnya. Pasalnya, daya beli masyarakat Indonesia, terutama pada kalangan ekonomi kelas menengah setiap tahun mencapai 7 juta sampai 8 juta pembeli. Hal, ini jelas dapat dimanfaatkan bagi kaum wirausaha.
Menurutnya, krisis Eropa yang saat ini masih berlangsung, maka dapat dimanfaatkan oleh UKM untuk menggarap pasar dalam negeri. Sayangnya, kebanyakan orang Indonesia yang mengeluhkan diri sebelum maupun sesudah membuka sebuah usaha.
Selama ini, hampir sebagian besar kalangan UKM mengeluhkan akses pemasaran serta sumber modal dalam mendirikan usaha. Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Agus Muharam mengatakan selama ini pemerintah telah bekerjasama dengan pihak perbankan dalam memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR ini dapat membantu kalangan para wirausaha, khususnya kaum pemula yang ingin memulai mendirikan sebuah bisnis namun bermodal pas-pasan.
“Jadi, kalau selama ini saya lihat bukan soal kurang pembiayaannya saja, tapi dari segi Sumber daya manusianya yang kurang terampil dalam mengelola manajemen serta mental mereka yang mudah menyerah, hal inilah yang membuat usaha seseorang bisa cepat gulung tikar.” jelas Agus.
Oleh karena itu, untuk membangun kemajuan UKM di Indonesia serta meningkatkan kaum wirausaha baru, maka sejak diadakannya gerakan wirausaha nasional sejumlah Kementerian serta Pemerintah Daerah (Pemda) bersinergi memberikan dukungannya. Adapun bentuk dukungan yang diberikan berupa pengalokasian dana anggaran dari Pemda maupun pemerintah pusat untuk membantu mengelola Sumber Daya Manusia agar memiliki keterampilan. Tak hanya itu, pemerintah juga mendirikan Pusat Pelatihan Perkoperasian dan Kewirausahaan terbesar yang berlokasi di Cisarua, Bogor. Pelatihan-pelatihan yang diberikan terdiri dari pelatihan manajerial, pelatihan teknis, pelatihan kewirausahaan, pelatihan Perkoperasian, bahkan pelatihan untuk mengakses KUR.
Untuk mendukung pelatihan-pelatihan tersebut, Agus Muharam menambahkan pemerintah akan menggandeng asosiasi pengusaha ataupun para pengusaha untuk berbagi ilmu. Sementara, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelatihan kewirausahaan ini, dapat menghubungi pihak Dinas Perkoperasian Pemda setempat.
Jadi, buat para pemula yang baru ingin membangun sebuah usaha jangan takut gagal duluan. Menurut Motivator Bisnis Tangan Diatas, Dewanto, hal terpenting dalam memulai sebuah usaha bukan dilihat dari jumlah modal yang besar melainkan sikap mental baja yang dibutuhkan.

