KBR68H

    

Last update10:25:40 PM GMT

Agama & Masyarakat

Rabu (20:06 – 21:00)

Program perbincangan tentang agama yang didesain untuk mendorong toleransi, perdamaian dan keterbukaan.

Mengapa Harus Takut Irshad Manji?

KBR68H - Irshad Manji. Nama ini muncul di media-media nasional beberapa pekan lalu, setelah acara diskusi bukunya di beberapa tempat dibubar paksa oleh kelompok-kelompok intoleran. Solo, Salihara Jakarta, UGM Yogya dan LkiS. Yogya menjadi saksi ada kesan menakutkan dari sosok Irshad Manji. Add a comment

Mengenal Lebih Jauh Falun Gong

KBR68H – Falun Dafa bukanlanh sebuah agama, karena tidak ada ritual maupun aktivitas keagamaan di dalamnya.  Falun Dafa merupakan salah satu sitem pelatihan yang dapat memperbaiki dan meningkatkan moral, tubuh dan spiritual seseorang menuju ke tingkat yang lebih tinggi. Add a comment

Gereja dan Konflik Papua

IlustrasiKBR68H, Jakarta- Kesejahteraan dan kedamaian di Papua bukan sebuah perkara yang mudah untuk diwujudkan. Terlebih kekerasan dan pelanggaran HAM kerap terjadi di Papua. Untuk meraih itu semua, pemerintah harus berjuang keras dengan berbagai cara, termasuk menerapkan Otonomi Khusus (Otsus) bagi wilayah paling timur Indonesia itu. Selama ini masyarakat Papua merasa, mereka dianaktirikan, di tengah melimpahnya kekayaan alam yang mereka tempati. Tak hanya pemerintah, tokoh agama dan Gereja di Papua pun berupaya maksimal untuk mewujudkan impian masyarakat Papua.

Add a comment

Tidak Beragama di Indonesia

KBR68H - Berawal dari adu argumen di jejaring sosial Facebook, Januari lalu sekelompok massa menggeruduk kantor Alexander Aan, warga Damasraya, Sumatera Barat. Dalam adu argumen, ia menyatakan pendapatnya bahwa ia tidak percaya pada Tuhan. Alexander Aan kemudian tak bisa bekerja lagi, dicoret dari status CPNS, bahkan diseret ke pengadilan. Add a comment

Nyantri Jalanan, Terapkan Kesalehan Sosial

IlustrasiKBR68H - Hidup di jalanan ibukota butuh tekad keras. Begitu juga dengan sekelompok orang yang memilih belajar agama di jalanan. Seperti apa mereka belajar? Dan apa yang mereka pelajari?

“Saya juga ingin mengurai kemacetan berfikir pada kelompok masyarakat yang dalam tanda kutip termarginalkan, yang identik dan distigma kejahatan,” Djoko Tuladi, pendiri pesantren jalanan. Add a comment