KBR68H

    

Last update10:25:40 PM GMT

BBM Limbah Plastik Solusi BBM Kendaraan Bermotor?

IlustrasiKBR68H - Saat ini ramai dibicarakan soal kebijakan pemerintah terkait pembatasan penggunaan BBM bersubsidi. Alhasil muncul penggunaan bahan bakar alternatif pengganti BBM. Seperti yang dilakukan SMKN 3 Madiun yang membuat terobosan mendaur ulang limbah plastik menjadi minyak plastik. Minyak ini berfungsi sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Bagaimana kualitas dari minyak plastik tersebut?

 

Mobil itu adalah mobil Esemka, berbentuk mini truk yang dibuat oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Madiun. Salah satu mobil yang disebut-sebut bakal menjadi mobil nasional. Berbeda dengan mobil-mobil Esemka lainnya, mobil ini tidak berbahan bakar bensin, namun berbahan bakar minyak plastik temuan siswa SMKN 3 Kota Madiun.

Minyak plastik ini merupakan daur ulang dari limbah plastik. Siswa SMKN 3 Madiun mengumpulkan berbagai limbah plastik yang ada di sekitar sekolah mereka. Kemudian dipanaskan dan disuling, hingga berhasil mendapatkan minyak plastik. Proses ini dinamakan destilasi bertingkat yang menghasilkan beragam jenis minyak plastik. Ada yang setara dengan minyak tanah dan bensin. Meski begitu hasilnya belum sempurna. Tri Handoko, salah satu guru dan pembimbing di SMKN 3 Madiun.

“Sebenarnya masih belum juga sempurna. Karena itu kan alat nanti. Alat kita juga harus presisi kalau kita ingin yang speknya sangat persis. Sementara kita menggunakan alat yang manual. Jadi kita masih dengan perasaan. Sudah barang tentu di hasil itu tidak bisa stabil. Katakanlah produknya dari waktu ke waktu sama. Nanti tergantung operator.”

Minyak plastik diteliti siswa SMKN 3 Madiun sejak 2010 dan baru digunakan untuk bahan bakar kompor, lampu minyak, serta pemotong rumput.  Setelah dikembangkan, BBM dari limbah plastik ini akhirnya bisa digunakan untuk kendaraan bermotor.  Namun nilai oktannya masih di bawah premium dan pertamax, yaitu sekitar 85 persen. Sedangkan premium sekitar 88 persen dan pertamax rata-rata 92 persen.  Kepala SMK Negeri 3 Kota Madiun Sulaksono Tavip Rijanto.

“Tentunya lebih bagus premium. Karena kita setelah kita uji,nilai oktan, nilai bakar dari bahan bakar plastik saya lebih rendah daripada premium. Untuk premium itu sekitar... pertamax 92 kita 84 sampai 85.”

Penggunaan minyak plastik pada kendaraan bermotor diujicobakan pada mobil Esemka 15i buatan SMKN 1 Kota Madiun. Hasilnya cukup baik. Kekurangannya adalah rotasi per menit atau RPM (rotation per minute) naik turun. Nur Wachid salah satu perancang Mobil Esemka 15i.

Kalau terhadap mesin kalau saya katakan ya cukup baik. Cuman pada saat stasioner itu masih ada kalanya itu mesin agak mbrembet, agak pincang sedikit. Iya. Stasioner itu apa? Stasioner itu putaran idel. E... putaran e... saat nggak di gas gitu loh mbak. Jadi deng deng deng deng...itu ya itu. Itu namanya stasioner. Seharusnya nggak seperti itu ya? Iya seharusnya gitu. Cuman cukup baik di mesin engisten itu cukup baik ya.”

Dukungan terhadap penggunaan minyak plastik datang dari Walikota Madiun Bambang Irianto. Kata dia temuan ini bisa menjadi peluang bisnis bagi masyarakat Madiun. Selain itu mendaur ulang plastik bermanfaat bagi upaya penyelamatan lingkungan.

“Plastik itu limbah yang susah dicernakan. Nah kita limbah itu kita jadikan BBM. Kita pakai. Dan ini hebat. Setara dengan pertamax. Kita hitung dulu oktannya. Berapa sih kemampuan limbah plastik ini di Madiun satu harinya. Visible nggak kalau kita product semua. Kalau visible kenapa tidak. Kita bisa lebih jual karena apa. 1 kilo limbah plastik yang setara di Madiun ini sekitar 2500, bisa kita jual 8000 kok. Ya kan?”

Terkait temuan minyak plastik itu, SMKN 3 Madiun kini banjir tawaran kerja sama. Tapi tawaran itu masih dipertimbangkan karena minyak plastik masih dalam proses pengajuan hak paten.

Audio :

Tags:     Limbah BBM      SMKN 1 Kota Madiun

blog comments powered by Disqus