KBR68H

    

Last update10:08:42 PM GMT

Jangan Sia-Siakan Harapan Publik

IlustrasiKBR68H - Kondisi politik nasional menunjukkan kecenderungan memburuk. Kondisi serupa terjadi di bidang penegakan hukum. Itulah penilaian publik dari hasil survei nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis kemarin.

 

Tapi meskipun publik menilai kondisi politik dan penegakan hukum masih dalam kondisi buruk, umumnya masyarakat Indonesia melihat kondisi ekonomi lebih positif. Bahkan optimistis, ekonomi bakal membaik setahun mendatang, walaupun persentase terbesar menilai tidak ada perubahan dalam setahun terakhir.

Temuan dalam survei LSI ini menarik. Meski publik melihat kondisi politik dan penegakan hukum memburuk, negatif, mereka tetap memiliki harapan, keadaan akan membaik di masa mendatang.

Harapan, inilah pegangan paling penting yang memang senantiasa harus kita jaga agar kehidupan bersama tetap berjalan.

Hiruk pikuk politik terjadi sejak akhir 2009, bersamaan dengan pembentukan Pansus Century. Disusul terjadinya berbagai skandal korupsi yang melibatkan pejabat dan politisi, hingga skandal Wisma Atlet yang menghantam Partai Demokrat. Riuh di Senayan di satu sisi, berbarengan dengan maraknya berbagai penyelewengan dana publik, membuat sebagian besar warga gerah dan lelah. Apalagi tak sedikit tersangka korupsi akhirnya lepas, dibebaskan palu hakim. Ditambah berbagai kasus kekerasan yang terjadi tanpa tindakan tegas terhadap mereka yang bersalah. Lengkap sudah referensi publik terhadap buruknya kondisi politik dan penegakan hukum yang terjadi selama ini.

Persepsi buruk itu pula yang membuat popularitas Partai Demokrat dan PKS merosot jauh. Kalau dalam pemilu 2009 Partai Demokrat meraup 21 persen suara, dalam survei LSI hanya mendapat 13,7 persen. Kalah dibanding dengan Partai Golkar. Sedangkan PKS yang pada Pemilu 2009 mendapat 8 persen suara, dalam survei ini melorot hingga 3,7 persen saja. Dua partai ini memang tak lepas dari sorotan negatif akibat beberapa elitnya tersandung korupsi.

Tapi yang tak kalah penting adalah besarnya warga yang hingga kini belum menentukan pilihan partai. Angkanya mencapai 29 persen. Boleh jadi kelak pada 2014 sebagian dari mereka sudah memiliki preferensi tentang partai yang akan mereka pilih. Tapi bisa jadi pula, mereka tidak akan memilih dengan berbagai alasan. Potensi golongan putih (golput) bagaimana pun masih akan tetap besar kalau partai-partai politik yang ada sekarang tak segera berbenah diri.

Betapa pun, harapan itu masih tetap ada. Sebagaimana keinginan sebagian besar warga yang memiliki harapan ekonomi akan membaik di masa mendatang, kondisi politik dan penegakan hukum yang mendapat nilai negatif harus segera diperbaiki.

Elit-elit di Senayan jangan cuma pintar berdebat dan pada saat yang bersamaan pamer kekuasaan dan kemewahan. Kelelahan publik melihat pertikaian tak bermutu harus segera diakhiri. Di pihak lain, pemerintahan SBY juga mesti mengubah gaya. Jangan lagi pamer kata-kata manis, tapi miskin tindakan.

Warga republik ini hanya ingin melihat perubahan yang nyata. Yang riil. Yang bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Harapan itu jangan pernah disia-siakan.

Tags:     survei      demokrat

blog comments powered by Disqus