KBR68H

    

Last update10:08:42 PM GMT

Siswa SMK Ubah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Bermotor

  • PDF

KBR68H - Siswa SMK kembali membuat terobosan. Kali ini, para murid SMK 3 Madiun berhasil mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar untuk kendaraan bermotor.Temuan ini juga disebut-sebut bisa menjadi salah satu energi alternatif selain bahan bakar fosil. Seperti apa cara kerjanya?  Simak perbincangan bersama Kepala SMKN 3 Madiun Sulaksono Tavip Rijanto

Seperti apa proses pembuatan limbah plastik menjadi bahan bakar?

Jadi untuk limbah plastik itu kami berpikir asal mula dari plastik itu dari minyak. Kemudian tidak ada jeleknya kalau plastik yang sulit terurai oleh alam ini dikembalikan pada minyak lagi. oleh sebab itu, kami keluarga besar SMKN 3 Madiun yang notabene mempunyai program keahlian kimia analis dan kimia industri bersama dengan siswa-siswa mencoba mendaur ulang dari plastik itu menjadi minyak lagi dengan cara destilasi. Sehingga pada saat kami melakukan itu, kita proses kita destilasi ternyata betul kembali pada minyak namun ada satu treatment, satu perlakuan khusus yakni kita harus mencuci bahan yang sudah kita destilasi sehingga bisa menjadikan bahan bakar minyak.

Plastik mana yang bisa dipakai?

Jadi kami sudah mencoba semua plastik pada prinsipnya semuanya bisa, namun pada plastik yang ada catnya itu sedikit tertinggal di dalam pembakaran kami, tertinggal arangnya. Tas kresek atau kantong kresek bisa kami daur ulang menjadi minyak lagi.

Apakah ini juga dalam prosesnya melakukan pembakaran?

Betul. Jadi saat pertama kali kita harus destilasi, itu harus ada proses pembakaran dengan suhu 300-400 derajat baru bisa menguap, kemudian uapnya itu kita tampung dalam satu tempat, hasilnya ya penguapan itu.

Bagaimana caranya agar proses pembakaran tidak juga mengganggu kesehatan lingkungan di sekitarnya?

Kalau plastik itu dibakar secara terbuka memang mengandung racun, ada karbon yang terurai di udara. Namun pada saat kami membakar ini tertutup semua, jadi sangat tertutup bahkan tidak ada asap diluar proses kami karena ada gelas atau botol, itu kita tampung di botol dan botol itu kita tutup serapat mungkin dengan bantuan air biasa sehingga tidak bisa keluar asapnya sedikitpun, karena proses itu justru tidak boleh terkena udara.

SMKN 3 Madiun juga merakit truk khusus untuk yang menggunakan limbah plastik ini, seperti apa kinerjanya?

Perlu saya klarifikasi, di sekolah kami hanya ada program kimia analis dan industri. Sedangkan yang merakit itu SMKN 1 Madiun, di sana ada jurusan otomotif sehingga kami kerjasama, dia yang merakit mobilnya kita yang memberikan bahan bakar minyaknya. Jadi untuk perakitan kita serahkan pada SMKN 1 Madiun yakni mini truck, kemudian kita coba pada engine stand dan sudah oke, sepeda motor sudah oke. Kemarin Bapak Gubernur Jawa Timur, Pakde Karwo itu mencoba hasil rakitan SMKN 6 Malang itu kita isikan dengan bahan bakar kita, yakni bahan bakar minyak dari plastik.

Apakah temuan ini sudah mulai diminati oleh berbagai kalangan?

Jadi kemarin Pakde Karwo selaku Gubernur Jawa Timur memberikan bantuan kepada sebelas sekolah, yakni dua sekolah itu tingkat sekolah dan sembilan sekolah tingkat SMK di Jawa Timur. Harapannya sekolah-sekolah yang nantinya itu memanfaatkan alat yang kami buat untuk di sekolah dan kami sudah buat Tempat Pembuangan Akhir di Madiun itu cukup besar kapasitasnya, kisaran 200-300 kilo untuk kita tempatkan di sana. Harapan kami plastik yang ada di TPA dikumpulkan, kemudian diolah lagi sehingga bermanfaat untuk misalkan untuk traktor atau apa yang bisa dibutuhkan di TPA tersebut, untuk diketahui saa ini saya di Madiun mencari plastik sudah cukup sulit. Masyarakat di sekitar sudah kami beri alat itu dan digunakan, saat ini harga plastik di Madiun lebih mahal.

Apakah tidak ada kerjasama misalnya dengan pemulung yang ada di sekitar atau pengusaha limbah plastik di sana?

Karena pemulung ke saya, saya jalan kalau di kota saya namanya Argobel (Arek Golek Beling) itu saya kumpulkan dan saya kasih kaos, semua lari ke SMKN 3. Saya beli diatas harga umum, kemudian saya beri kaos akhirnya saya dipanggil Bapak Pemulung.

Kalau misalnya ada pendengar kita yang tertarik misalnya ingin bekerjasama boleh?

Boleh, jadi tempat kami sudah ada bank sampah.

Apakah dari sisa pembakaran untuk menghasilkan minyak ini juga menghasilkan limbah buangan dan kemana itu dibuang? Apakah bisa terurai di alam atau bagaimana?

Jadi untuk sementara ini karena kerak dari sablonan tidak terlalu banyak, arangnya hanya dalam 1 kilogram beberapa ons saja arangnya dan itu kalau jadi limbah juga kita atasi. Karena kita sekolah kimia yang biasa dengan limbah, itu kita jadikan arang lagi untuk briket, jadi tidak ada sesuatu yang kami buang dari limbah itu.

Tags:     Limbah plastik      bahan bakar bermotor      smk madiun

blog comments powered by Disqus