KBR68H

    

Last update10:08:42 PM GMT

Harry Azhar : Telusuri Rekam Jejak Yawadwipa Sebelum Ambil Alih Bank Mutiara

  • PDF

KBR68H - Yawadwipa, perusahaan yang belum genap berusia sebulan, menyatakan niatnya untuk membeli saham Bank Mutiara yang sebelumnya bernama Bank Century. Tak tanggung, harga penawaran yang diajukan dalam surat elektronik itu mencapai 6,7 triliun rupiah. Sontak saja, sejumlah kalangan merespon hal itu dengan curiga. Wakil Ketua Komisi Keuangan Harry Azhar Azis berbincang soal ini.

Anda pernah mendengar nama Yawadwipa?

Saya baru mendengar 2-3 hari ini.

Apa yang anda dengar dari Yawadwipa?

Yang saya dengar dari wartawan.

Baru namanya saja atau sudah mendapatkan info-info?

Baru namanya saja terus direktur operasionalnya Prasetyo Singgih.

Kemudian DPR sudah mulai menelisik siapa di balik ini?

Tidak itu masih urusan pemerintah, LPS. Dia mempunyai kewajiban setelah tiga tahun di bailout itu harus sudah dijual, tiga tahun itu November yang lalu sudah lewat, ini diperpanjang satu tahun. Sampai sekarang belum ada penjelasan kenapa gagal tiga tahun menjual itu, alasannya harga Rp 6,7 triliun terlalu tinggi, kalau alasannya terlalu tinggi berarti nilai asetnya di bawah Rp 6,7 triliun, kalau di bawah Rp 6,7 triliun berarti terdapat kerugian negara ketika mem-bailout itu, itulah yang menjadi kasus Century.

Sekarang ada yang mau beli Rp 6,7 triliun tentu dipertanyakan begitu?

Betul. Itu melalui proses seleksi list daripada bidder itu mesti diapakan oleh LPS, tentu dengan harga yang cocok. Saya tidak tahu harga yang dipasang oleh LPS itu berapa, kalau di Undang-undang itu minimal Rp 6,7 triliun, tapi anda bisa taksirkan, artinya kalau harga minimal Rp 6,7 triliun dan di-bid Rp 6,7 triliun berarti itu prestasinya minimal atau tidak mempunyai prestasi. Nilai yang tiga tahun dulu Rp 6,7 triliun dengan sekarang present value-nya harusnya lebih dari Rp 6,7 triliun.

Apa yang harus DPR cermati oleh LPS selain harus menyeldiki siapa pemilik dari Yawadwipa ini?

Pertama harus ada track record yang menjelaskan siapa Yawadwipa, siapa pemiliknya, bagaimana sumber-sumber dananya, dan sebagainya. Tidak sekedar menjual, umpamanya penyandang dananya tahu-tahu orang yang pernah di-blacklist oleh Bank Indonesia, LPS bisa disalahkan, pertanggungjawabannya menjadi lain lagi. Jadi tidak sekedar mengenai track record dan harga, tapi juga sampai kepada lingkungannya.

Mungkin ada banyak juga yang tertarik untuk membeli Bank Mutiara tetapi dari sekian nama mungkin yang menarik adalah Yawadwipa ini,  tanggapan anda?

Yang saya dengar itu beberapa calon pembeli yang lain itu menaksir di bawah angka 6,7 ini tiba-tiba 6,7 bagus-bagus saja menurut saya.

Menurut anda apa yang harus diperhatikan oleh LPS ketika menyaring calon-calon pembeli ini?

Pertama dari track record si calon pembeli itu, kemudian siapa pemiliknya, dan sebagainya. Kemudian kedua, harga yang ditawarkan, nanti berapa calon pembeli itu, setelah diputuskan oleh LPS siapa pemenangnya yang lainnya harus bisa dibuka juga apa kelemahan-kelemahannya, kenapa ini yang dipilih bukan yang itu, itu pada evaluasi kita nanti.

Apabila Yawadwipa tidak memenuhi syarat lalu Bank Mutiara tidak laku, apa dampaknya?

Dampaknya berarti bailout itu gagal. Artinya ketika di-bailout oleh LPS, itu asetnya harus senilai bailout, kalau didalam kredit itu biasanya asetnya sekitar 120-130 persen. Jadi nilai asetnya itu harusnya di atas Rp 7 triliun, ini di bailout Rp 6,7 triliun berarti kalau itu asetnya di bawah Rp 6,7 triliun mungkin lima, mungkin empat, mungkin nol barangkali di-bailout juga, gila negara itu. Yang membikin bailout itu gila, itu dianggap merugikan keuangan negara, sekarang dibebankan kepada LPS, LPS harus melakukan evaluasi, apa fungsi LPS kalau tidak melakukan evaluasi itu.

Kalau dari beberapa nama kepengurusan ada nama Prasetyo Singgih, anda kenal dengan nama itu?

Saya tidak kenal sama sekali.

Sebelumnya pernah mendengar nama ini?

Sama sekali tidak.

Jadi ini nama asing didalam dunia perbankan?

Menurut saya begitu.

Ada kecenderungan perusahaan-perusahaan itu akan mencari nama baru ya?

Kemungkinannya dia kasih nama baru, tapi penyandang dananya orang-orang lama, bisa saja kemungkinan seperti itu.

Bisa jadi ini boneka saja nama-nama ini?

Ada kemungkinan seperti itu, kalau tidak dia mesti menjelaskan tentang daftar kekayaan dia.

 

Tags:     Yawadwipa      Bank Mutiara      Bank Century

blog comments powered by Disqus