Wakil Kepala Kepolisian Papua, Paulus Waterpauw mengatakan kendala yang dihadapi terkait akses ke wilayah konflik itu baik dari jalur darat maupun udara.
“Ada kesulitan karena satu contoh, misalkan dari Bama saja, bahan makanan agak sulit. Karena dengan konflik ini, sarana transportasi darat maupun udara sangat terbatas. BBM sendiri sangat terbatas. Sempat kemarin ada sedikit hal yang berkaitan dengan makan yang terlambat dari personil kita, jadi itu contoh. Jadi saya pikir ini, apabila ditambah lagi kekuatan itu, selain sarana juga tidak ada juga hubungan-hubungan yang lain itu, akan merugikan bagi kita semua.”
Wakil Kepala Kepolisian Papua Paulus Waterpauw menambahkan, gangguan keamanan di Tolikara meningkat karena konflik melibatkan ribuan orang. Saat ini hanya ada 2 satuan setingkat kompi dari kepolisian dan 1 satuan setingkat kompi dari TNI.
Berdasarkan data Kepolisian, akibat bentrok berlatar politik itu, telah menewaskan 6 warga. Sementara korban luka mencapai ratusan orang. Akibat bentrok tersebut Pemilihan Kepala Daerah di Tolikara ditunda dari jadwal sebelumnya pada 17 Februari lalu.




