KBR68H, Jayapura - Lebih dari 100 balita di Papua terinfeksi virus HIV/AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Joseph Rinta mengatakan terinfeksinya bayi ini akibat kurangnya sosialisasi kepada ibu hamil agar bayi mereka tidak mudah tertular virus mematikan tersebut. Selain itu masih banyak orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Papua yang enggan mengkonsumsi obat Anti Retro Viral ARV yang diberikan secara gratis oleh dinkes.
"Usia produktif antara 20-40 tahun. Itu hampir 70 persen, ya 93 persen penularan karena seks bebas. Ya itu banyak, mahasiswa, pelajar banyak usia produktif lah. Bayi juga sudah banyak ada 116, itu yang memprihatinkan berarti kan itu tertular dari orang tuanya. Ya tetap ada ARV tetapi kan harus orang tuanya juga."
Kepala Dinas Kesehatan Papua Joseph Rinta menambahkan, pihaknya menjalankan program pendampingan ODHA agar rajin mengkonsumsi obat ARV. Orang dengan HIV/AIDS di Papua per Desembar 2011 mencapai 10 ribu kasus. Angka tertinggi terdapat di Kabupaten Mimika, Kota Jayapura, Jayawijaya dan Nabire.




