KBR68H, Jakarta - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyatakan kekurangan dana menjadi penyebab minimnya regenerasi pemain muda.
Koordinator pelatih tim ganda PBSI, Christian Hadinata mengatakan, keterlambatan regenerasi itu yang membuat prestasi Indonesia menurun. Menurut Christian, seharusnya jumlah atlet muda yang dikirim ke sebuah kompetisi sama dengan jumlah pemain senior. Hal itu dilakukan agar prestasi mereka bisa seimbang saat peralihan generasi dilakukan. Namun saat ini, PBSI hanya bisa memasangkan atlet junior dengan senior. Tujuannya supaya prestasi atlet junior bisa berkembang lebih cepat.
"Ya memang kombinasi itu biasa kita jalankan. Artinya pemain yang sudah berpengalaman kita pasangkan dengan pemain muda yang potensial sehingga karir prestasi pemain muda ini bisa lebih cepat berkembang dengan didampingi atlet yang berpengalaman. Tentunya yang masih bagus seperti Vitta dan Lyliana, saya kira arahnya sudah benar."
Dalam pertandingan Indonesia Open yang berakhir kemarin, tim Indonesia gagal di kandang sendiri. Ini merupakan kali ketiga secara beruntun, Indonesia gagal meraih juara di turnamen Indonesia Terbuka. Tahun ini, kemenangan justru disabet oleh atlet negeri tirai bambu, Cina yang berhasil memperoleh 4 gelar juara yaitu dari ganda putra, putri, dan campuran serta tunggal putri. Sementara tunggal putra diraih oleh pemain bulu tangkis nomor satu dunia asal Malaysia.




