KBR68H

    

Last update10:08:42 PM GMT

Presiden Berdalih, Terpaksa Menaikkan BBM

  • PDF

KBR68H, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdalih terpaksa menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, konflik antara Iran dan Amerika serta krisis Eropa 2011 membuat harga minyak melambung tinggi. Dia mengklaim, rencana penaikkan harga BBM ini untuk menyelamatkan  perekonomian Indonesia. Walaupun begitu, SBY tidak menyebut satuan harga BBM bersubsidi yang akan dinaikan.

“Ekonomi kita dalam keadaan baik dibanding negara lain, pertumbuhannya tinggi, tiba-tiba harus mengalami musibah ini. Dengan keadaan ini menyesuaikan kembali APBN, fiscal, dan subsidi kita. Sehinga semuanya akan membawa kebaikan bagi semua. Harga BBM, tadinya saya berpikir kalau ada solusi lain, tidak perlu dinaikkan nampaknya harus ditinjau kembali. Terpaksa tetapi tentu ini akan membawa selamatnya perekonomian di masa depan.”

Sebelumnya, presiden menerbitkan Peraturan Presiden no 15 tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran BBM. Dalam Perpres itu, bensin dan solar bersubsidi berharga Rp 4500 per liter. Sedangkan minyak tanah bersubsidi   Rp 2500 per liter.

Tags:     kenaikan bbm

blog comments powered by Disqus