KBR68H, Jakarta – Seribuan warga Kampung Maringgiang dan Sipang di Pasaman Sumatera Barat mengungsi pasca banjir bandang yang melanda daerah itu semalam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasaman Nasir mengatakan, banjir bandang terjadi akibat hujan deras yang turun sepanjang hari. Ketinggian air di dua daerah itu sempat mencapai hampir 5 meter. Ini merupakan banjir bandang terbesar yang pernah terjadi di Pasaman.
“Sekarang air sudah berpindah lokasi ke pasar di Nagari Simpang. Lokasi di kedua daerah itu sudah normal tidak ada genangan air lagi. Saat ini kita akan lakukan proses rehabilitasi sekaligus mengecek laporan tentang korban yang kehilangan anak atau sanak keluarga yang lain. Saat ini Bupati Pasaman sudah berada di lokasi.”
Kepala BPBD Kabupaten Pasaman Nasir menambahkan, tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang ini. Menurut dia, banjir bandang ini membuat sejumlah fasilitas publik seperti sekolah dan juga masjid rusak. Sementara itu sekitar 400-an rumah warga juga rusak karena diterjang banjir. Saat ini, warga yang mengungsi di gedung sekolah sudah menerima bantuan makanan dari sejumlah pihak.




