Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Winarno Thohir mengatakan, apabila impor garam masuk pada musim panen maka harga garam lokal akan anjlok. Karena itu, garam impor idealnya masuk antara Oktober-Maret ketika musim hujan.
“Lebih bagus lagi kalau impor garam itu masuk ketika masa paceklik yaitu ketika musim hujan. Musim hujan itu bisa sebelum atau setelah. Kan setahun cuma terbagi dua, musim panas dan musim hujan. Nah waktu musim panas, jangan ada yang masuk garam impor. Nah habis musim panas baru garam impor masuk biar harga bisa dikontrol apabila sudah terlalu mahal.”
Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Winarno Thohir menilai, impor garam tetap harus dilakukan. Namun, dia meminta pemerintah untuk mengawasi jumlah garam impor yang masuk jangan melebihi kuota. Dia memberi contoh, tahun lalu jumlah garam impor yang masuk lebih dari 1 juta ton. Padahal, kesepakatan untuk impor garam hanya sekitar 800-900 ribu ton. Akibatnya, harga garam lokal anjlok. Sebelumnya, Kementerian Perdagangan berencana mengimpor 600-700 ribu ton garam untuk memenuhi konsumsi nasional.




