KBR68H, Jakarta - TNI mengakui ada imbalan dari perusahaan tambang emas PT Freeport Indonesia kepada para anggotanya selama bertugas di kawasan perusahaan tambang itu di Papua.
Namun Pangdam XVII Cendrawasih Erfi Triassunu mengatakan imbalan itu bukan berupa uang, namun makanan senilai 1.250.000 rupiah per bulan untuk tiap prajurit. Dana logistik itu diberikan lewat Kepolisian Daerah Papua.
"Mereka (TNI) kan menjaga, kemudian Freeport saya dengar tulus membantu. (Ada kritikan dari masyarakat, bagaimana?) Kan kita tetap profesional. Misalnya kita siskamling di kampung, kemudian ada tetangga kita yang menjaga, terus dikasih kue, kopi. (Lalu, nantinya seterusnya boleh?) Yah memang tidak boleh, tapi kalau dia tulus memberikan agar yang jaga."
Pangdam XVII Cendrawasih Erfi Triassunu mengatakan imbalan itu sudah lama diberikan kepada tentara yang berjaga di kawasan Freeport Papua. Selain uang makan dari Freeport, tentara yang menjaga di Freeport juga masih mendapatkan uang makan sebesar 30 ribuan rupiah perhari dari negara. Sebelumnya TNI sempat membantah telah terima dana dari Freeport.




