Akibat banjir di Bolivia, sekitar 9 ribu keluarga terpaksa mengungsi. Banjir terburuk terjadi di provinsi Pando di bagian utara. Di provinsi itu, sebagian besar wilayah ibukota provinsi Cobija tenggelam dan sejumlah desa terpencil dikhawatirkan musnah. Provinsi ini mengalami bencana bajir terburuk karena menerima aliran air dari wilayah Brazil melalui Sungai Acre.
Menteri Pertahanan Bolivia, Ruben Saavedra mengatakan, deklarasi darurat banjir ini memberikan akses pada pemerintah daerah untuk mendapatkan anggaran khusus. Limpahan aliran sungai Amazon dari Brazil setiap musim hujan selalu menyebabkan banjir. Laman Al-Jazeera menyebutkan, banjir di Bolivia kali ini adalah yang terburuk dalam 30 tahun terakhir. (Al-Jazeera/BBC)





