Kecelakaan terjadi pada jam sibuk sehingga memakan begitu banyak korban. Menteri Perhubungan Argentina J.P. Chiavi mengatakan, kereta melaju dengan kecepatan 20km/jam saat menabrak tembok ujung rel di stasiun Buenos Aires. Akibatnya, gerbong lokomotif ringsek dan gerbong di belakangnya terdorong ke depan. Sejumlah orang masih terjebak di gerbong pertama.
Rem kereta diduga tidak bekerja. Namun, kepolisian akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut. Kecelakaan ini merupakan kecelakaan terparah sejak 1970. Ketika itu, tabrakan dua kereta di Buenos Aires membunuh setidaknya 200 orang. (AP)





