Kepala KNKT Sumatera Selatan Syaidina Ali mengatakan disaat peristiwa tabrakan tersebut kondisi cuaca dan rel kereta api dalam keadaan baik. Kata dia kemungkinan ada kesalahan pada Petugas Stasiun dan Masinis Kereta tersebut.
“Jadi kalau menurut informasi awal menurut kami adalah ada signal, signal komunikasi lewat hati. Siapa teknisi yang melepaskan dia untuk langsir di situ? Dia yang bertanggung jawab. Kenapa ada kereta api masuk di putaran itu? Ada izin dari siapa? Dan kenapa terjadi tabrakan sampai ada percikan api, kebakaran, apa karena ada tabung minyak? Dan masinisnya, kondisi saat itu seperti apa? Apa kelelahan karena over jam terbang? Apakah sudah layak terbang? Jadi KNKT mengurai.”
Kepala KNKT Sumatera Selatan Syaidina Ali masih mendalami berbagai temuan yang ada. Nantinya hasil penyelidikan akhir akan disampaikan langsung oleh KNKT Pusat dan PT KAI serta kementerian Perhubungan.
Sebelumnya, terjadi tabrakan kereta api pengangkut batubara dari arah Lampung dengan kereta api dari arah Kabupaten Lahat pada 19 Februari lalu. Akibat kejadian itu, 4 orang tewas. Masing-masing adalah masinis dan asisten masinis dari kedua kereta api.





