KBR68H, SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat satu tahun terakhir bencana di wilayah Jawa Tengah mencapai 600 lebih.
Kepala BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana menjelaskan, bencana itu antara lain merupakan kebakaran, banjir, tanah longsor, banjir bandang, kekeringan, hingga letusan gunung merapi. Dia mengatakan bencana selama tiga tahun terakhir cenderung meningkat. Berdasarkan Survei indeks kebencanaan Jawa Tengah dinyatakan sebagai provinsi yang paling rawan bencana.
“Paling tinggi kebakaran, terus bencana alam urutannya. Kerugiannya sekitar Rp 600 miliar, seluruh wilayah Jawa Tengah. Kita berusaha untuk mitigasi, pembangunan infrastuktur, sosilasai kepada warga tentang daerah rawan bencana, pembentukan desa tangguh, pelatihan dan lain sebagainya”.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sarwa Pramana menambahkan kasus bencana terbanyak terjadi di bulan Oktober hingga Desember . Untuk itu, ia mengimbau masyarakat juga ikut menjaga lingkungan di sekitarnya agar kerusakan yang dapat menimbulkan musibah alam bisa ditekan seminimal mungkin.





