KBR68H, Timika - Tiga wartawan mengalami luka-luka akibat dianiaya sejumlah karyawan PT Freeport ketika hendak melakukan peliputan pembakaran satu unit truk kontener di mile 27 area perusahaan.
Wartawan Harian Cahaya Papua Manokwari yang menjadi korban Duma Tatosanda menuturkan, ketika sedang meliput pembakaran truk kontener sejumlah karyawan menghadang dan langung memukul. Alat jurnalistiknya juga dirampas. Ia menjelaskan, tidak dapat menghindar dari penganiayaan tersebut karena telah terkepung.
“Belum sempat saya bicara pukulan sudah kena, jadi saya sudah bingung disitu karna orang sudah kumpul dalam jumlah banyak, saya mencoba memberikan keterangan tapi tidak bisa, jadi saya jalan, saya bilang saya tidak ada masalah disini saya mundur pelan-pelan karna saya punya kemera sudah dirampas. Saya keluar dari lorong itu sampai di jalan besar ada perintah dari orang yang tadi introgasi, angkat juga HPnya, jadi HP saya yang kebetulan saya keluarkan itu juga dirampas sama orang yang saya tidak lihat jelas”
Wartawan Harian Cahaya Papua Manokwari yang menjadi korban Duma Tatosanda menambahkan, selain alat jurnalistiknya, motor dan telepon gembam juga dirampas. Sebelumnya siang tadi, karyawan dan polisi bentrok di jalan masuk menuju terminal bus Gorong-gorong Timika. Hal ini dipicu kamarahan karyawan akibat dihalang-halangi oleh aparat kepolisian ketika hendak masuk ke terminal bus. Akibat peristiwa ini, seorang karyawan meninggal dunia, dan delapan luka-luka kena peluru sementara puluhan aparat kepolisian terluka kena lemparan batu.





