KBR68H, Papua – Pemerintah Provinsi Papua berharap aksi mogok kerja buruh PT Freeport Indonesia tidak berlarut-larut.
Penjabat Gubernur Papua, Syamsul Rivai menyatakan jika aksi mogok berlangsung lama dikhawatirkan akan berdampak pada turunnya kinerja perusahaan. Secara tidak langsung kondisi tersebut akan merugikan negara.
“Jadi ini masalah internal antara para pekerja dengan perusahaan. Jadi saya berharap masalah itu diselesaikan secara internal. Cuma harapan saya, jangan mogok, jadi kalau ada tuntutan ya, tuntut aja tapi pekerjaan jalan terus.”
Penjabat Gubernur Papua, Syamsul Rivai menegaskan, pihaknya melalui Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Mimika hingga saat ini terus memfasilitasi negosiasi antara PT.Freeport dan buruh. Namun hingga kini belum ada penyelesaian. Sejak dini hari tadi sampai siang tadi sekitar 11 ribuan staf karyawan PT.Freeport mulai mogok kerja. Aksi tersebut terkait dengan tuntutan kenaikan upah yang belum dipenuhi perusahaan.





